Kakek dan Cucu Tewas Usai Jatuh dari Lantai Tiga Gedung Sekolah di Medan

Kakek dan cucunya tewas setelah jatuh dari lantai tiga gedung sekolah di Medan. Polisi menyelidiki kronologi serta kondisi tangga tanpa pegangan. Kakek dan Cucu Tewas Usai Jatuh dari Lantai Tiga Gedung Sekolah di Medan

Medan, 28 Juli 2026. Peristiwa tragis menimpa seorang kakek dan cucunya di sebuah gedung sekolah di Kota Medan, Sumatera Utara. Keduanya meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai tiga kompleks Sekolah Methodist 6 di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Helvetia.

Korban diketahui bernama Erwin, berusia 50 tahun, sedangkan cucunya merupakan balita berinisial ZN yang masih berumur tiga tahun. Insiden tersebut berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026, sekitar pukul 12.15 WIB.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar menjelaskan, sebelum kejadian, Erwin bersama keluarganya datang ke lokasi untuk mengikuti ibadah Minggu. Kegiatan kebaktian dilaksanakan di lantai empat gedung yang berada di dalam kompleks sekolah tersebut.

Setelah ibadah berakhir, keluarga dan sejumlah jemaat berpindah ke lantai tiga untuk menghadiri acara makan bersama. Kegiatan itu sekaligus menjadi syukuran ulang tahun istri Erwin.

Korban Berusaha Menyelamatkan Cucunya

Suasana pertemuan keluarga yang semula berlangsung normal berubah menjadi kepanikan ketika ZN terlihat bermain di sekitar tangga. Erwin yang melihat cucunya berada di lokasi berisiko segera menghampiri untuk menjauhkannya dari area tersebut.

Erwin sempat meraih dan menggendong sang cucu. Namun, ketika berada di sekitar tangga, ia diduga terpeleset atau salah mengambil pijakan. Kondisi tersebut membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan.

Pada bagian tangga tempat kejadian, tidak terdapat pegangan di sisi kiri maupun kanan. Erwin tidak memiliki tempat untuk menahan tubuh ketika keseimbangannya terganggu. Ia kemudian jatuh dari lantai tiga bersama cucunya ke bagian bawah gedung.

Keterangan kepolisian menyebutkan bahwa kondisi tangga yang tidak dilengkapi pegangan menyebabkan korban kesulitan menyelamatkan diri saat kehilangan keseimbangan.

Kedua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Keluarga dan orang-orang yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan setelah melihat kedua korban terjatuh. Erwin dan ZN kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Medan untuk memperoleh penanganan medis.

Erwin mengalami luka berat akibat benturan. Tim medis menyatakan pria berusia 50 tahun itu meninggal dunia pada Minggu sekitar pukul 13.03 WIB, tidak lama setelah insiden terjadi.

Sementara itu, ZN masih sempat menjalani perawatan intensif. Kondisi balita tersebut dilaporkan kritis akibat luka yang dialaminya. Setelah mendapatkan penanganan selama beberapa jam, ZN akhirnya meninggal dunia pada Senin, 27 Juli 2026, sekitar pukul 04.30 WIB.

Kepergian kakek dan cucu dalam waktu berdekatan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Acara yang sebelumnya diselenggarakan sebagai bentuk syukur berubah menjadi peristiwa memilukan.

Polisi Lakukan Olah Tempat Kejadian

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, personel Polsek Medan Helvetia mendatangi lokasi. Tim Inafis Polrestabes Medan juga dikerahkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Petugas memeriksa area tangga, jalur yang dilalui korban serta bagian bawah gedung tempat kedua korban ditemukan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dalam penyelidikan.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, insiden tersebut diduga terjadi ketika Erwin berusaha mengamankan cucunya. Korban kehilangan keseimbangan setelah terpeleset atau salah pijakan, kemudian jatuh karena tidak menemukan pegangan di sekitar tangga.

Sejauh ini, peristiwa tersebut ditangani sebagai kecelakaan. Polisi masih mendalami kondisi lokasi serta meminta keterangan dari pihak keluarga dan orang-orang yang mengetahui kejadian.

Keselamatan Gedung Menjadi Perhatian

Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya fasilitas keselamatan pada bangunan bertingkat, terutama gedung yang sering dikunjungi anak-anak dan masyarakat umum. Tangga tanpa pegangan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi balita, lanjut usia dan pengunjung yang mengalami gangguan keseimbangan.

Pegangan tangga, pembatas yang memadai, pencahayaan serta pengawasan terhadap anak-anak menjadi unsur penting untuk mencegah kejadian serupa. Pemeriksaan fasilitas keselamatan secara berkala juga diperlukan agar area yang berpotensi membahayakan dapat segera diperbaiki.

Masyarakat diimbau meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika berada di gedung bertingkat. Anak sebaiknya tidak dibiarkan bermain sendiri di sekitar tangga, balkon, jendela atau area terbuka yang tidak memiliki pengaman memadai.

Tragedi yang merenggut nyawa Erwin dan cucunya tersebut menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dan keterbatasan fasilitas pengaman dapat menimbulkan akibat fatal.

tamanslot77 kingcobratoto vipertoto