Medan, 8 September 2026. Banjir kembali berdampak pada sejumlah kawasan di Kota Medan. Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, sebanyak 1.948 jiwa terdampak akibat genangan yang terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Medan Maimun. Ribuan warga tersebut berasal dari ratusan kepala keluarga yang tinggal di kawasan rawan genangan. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir juga merendam ratusan rumah dan akses lingkungan di sejumlah titik.
Tiga Kelurahan Terdampak Banjir
Wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Hamdan, Sei Mati, dan Aur. Ketiga kawasan tersebut menjadi bagian dari wilayah yang cukup rentan mengalami genangan ketika debit air meningkat setelah hujan dengan intensitas tinggi. BPBD Sumatera Utara mencatat sekitar 817 kepala keluarga terdampak, dengan total 1.948 jiwa. Sementara itu, sedikitnya 482 rumah warga ikut terkena dampak banjir. Petugas melakukan pemantauan terhadap kondisi permukiman serta perkembangan tinggi muka air. Pendataan juga dilakukan untuk memastikan jumlah warga dan rumah yang terdampak dapat diperbarui apabila terdapat perubahan situasi di lapangan.
Kondisi Air Berangsur Surut
Seiring berkurangnya intensitas hujan, kondisi air di sejumlah lokasi dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan naiknya kembali debit air apabila hujan kembali turun dalam durasi panjang. Warga yang tinggal di dekat aliran sungai maupun wilayah rendah juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Barang berharga, dokumen penting, serta peralatan elektronik disarankan ditempatkan di lokasi yang lebih tinggi untuk mengurangi risiko kerusakan apabila genangan kembali terjadi. Petugas tetap bersiaga untuk melakukan penanganan apabila kondisi memburuk, termasuk membantu masyarakat yang membutuhkan evakuasi maupun bantuan darurat.
Aktivitas Warga Sempat Terganggu
Banjir tidak hanya berdampak pada rumah penduduk, tetapi juga menghambat mobilitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan lingkungan sulit dilalui ketika ketinggian air meningkat, sehingga aktivitas warga sempat terganggu. Masyarakat berharap kondisi cuaca segera membaik dan genangan dapat sepenuhnya surut. Penanganan drainase, normalisasi aliran air, serta kesiapsiagaan menghadapi hujan deras menjadi perhatian penting untuk mengurangi dampak banjir berulang di Kota Medan. BPBD mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas kebencanaan. Kewaspadaan dini dinilai penting karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, terutama pada wilayah yang sebelumnya sudah terdampak banjir.
Baca Juga Berita : Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan