Medan, 21 Juli 2026. Ledakan berkekuatan besar mengguncang kawasan Perumahan Grand Polonia di Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin sore. Insiden tersebut mengakibatkan sebuah rumah mengalami kerusakan berat dan sedikitnya tujuh bangunan di sekitarnya ikut terdampak.
Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Suara keras disertai getaran mengejutkan warga dan pekerja yang sedang berada di sekitar kompleks perumahan. Material bangunan berhamburan hingga menutup sebagian akses menuju rumah yang diduga menjadi titik awal ledakan.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan bahwa pusat ledakan diduga berada di sebuah rumah bernomor 3B. Dampaknya tidak hanya menghancurkan bagian rumah tersebut, tetapi juga merusak enam hingga tujuh rumah yang berada di sekelilingnya.
Kebocoran Pipa Gas Menjadi Dugaan Awal
Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi menduga ledakan berkaitan dengan kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah tanah. Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena penyelidikan teknis masih dilakukan.
Petugas perlu memeriksa jaringan pipa, kondisi bangunan, serta titik kerusakan untuk menentukan sumber dan rangkaian pasti terjadinya ledakan. Area kejadian juga diamankan agar proses pencarian korban dan pemeriksaan lokasi dapat berlangsung tanpa gangguan.
Seorang pekerja bangunan yang berada tidak jauh dari lokasi mengaku mendengar suara ledakan sangat keras. Getaran yang muncul membuat pekerja di rumah sebelah segera berlari keluar. Menurut kesaksiannya, bangunan langsung ambruk tanpa terlihat kobaran api maupun bagian rumah yang terbakar.
Enam Penghuni Diduga Berada di Dalam Rumah
Data awal kepolisian menyebutkan terdapat enam orang yang tinggal di rumah yang menjadi titik ledakan. Dua orang berhasil dievakuasi, terdiri dari seorang pria dewasa dan seorang anak berusia balita.
Anak tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, empat orang lainnya masih diduga berada di dalam bangunan yang tertutup reruntuhan hingga proses evakuasi berlangsung pada Senin malam.
Informasi mengenai adanya korban meninggal sempat beredar dari keterangan warga dan pekerja di sekitar lokasi. Namun, kabar tersebut belum dapat dipastikan secara resmi sehingga jumlah serta kondisi seluruh korban masih menunggu hasil evakuasi dan keterangan lanjutan dari pihak berwenang.
Alat Berat Dikerahkan Membuka Akses
Tim gabungan mengerahkan mobil crane dan ekskavator untuk memindahkan material bangunan yang berserakan. Alat berat juga digunakan untuk membuka jalan menuju bagian dalam rumah tiga lantai yang mengalami kerusakan paling parah.
Personel kepolisian, Basarnas, dan petugas terkait bekerja di antara puing-puing dengan mempertimbangkan keamanan struktur bangunan. Proses tersebut dilakukan secara hati-hati karena reruntuhan masih berpotensi bergerak dan membahayakan korban maupun petugas.
Hingga memasuki Selasa dini hari, penyebab pasti ledakan dan kondisi seluruh penghuni belum diumumkan secara final. Polisi meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menunggu perkembangan resmi dari tim penyelidik dan petugas evakuasi.