Medan, 7 September 2026. Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak Minggu malam, 6 September 2026, hingga Senin dini hari, 7 September 2026, menyebabkan sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan tergenang air. Meski banjir masih terlihat di beberapa titik pada Senin pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menyatakan kondisi secara umum masih dapat dikendalikan dan belum memerlukan proses evakuasi warga. Genangan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai. Salah satu wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Medan Maimun, termasuk Kelurahan Aur serta kawasan Jalan Brigjend Katamso, Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati. Di beberapa lokasi, air mulai memasuki lingkungan permukiman dan rumah warga.
Debit Sungai Deli Mengalami Peningkatan
Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, menjelaskan bahwa hujan deras tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga mengguyur kawasan pegunungan. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya debit sejumlah aliran sungai yang melewati Kota Medan. Sungai Deli menjadi salah satu aliran yang mengalami peningkatan debit cukup signifikan. Arus sungai dilaporkan masih deras pada Senin pagi dan air mulai masuk ke sejumlah kawasan permukiman dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter hingga mencapai satu meter pada titik tertentu. Meskipun demikian, kondisi di sejumlah ruas jalan mulai menunjukkan perbaikan. Genangan yang sebelumnya menutupi badan jalan secara bertahap mulai surut setelah intensitas hujan menurun sejak dini hari.
BPBD Belum Melakukan Evakuasi
BPBD Kota Medan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang dianggap rawan mengalami kenaikan genangan. Hingga Senin pagi, belum terdapat laporan yang mengharuskan petugas melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir. Petugas juga terus memperhatikan perkembangan debit sungai karena hujan di wilayah hulu dapat memengaruhi kondisi permukaan air meskipun hujan di pusat Kota Medan sudah berhenti. Pemantauan tersebut menjadi penting mengingat beberapa kawasan permukiman berada tidak jauh dari aliran sungai dan berpotensi terdampak apabila debit air kembali mengalami peningkatan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir disarankan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta perkembangan permukaan air sungai. Warga juga perlu mengamankan barang-barang penting apabila air mulai memasuki rumah atau mengalami kenaikan secara cepat. BPBD Kota Medan sebelumnya telah meningkatkan pemantauan di sejumlah daerah rawan setelah hujan deras beberapa kali mengguyur wilayah Medan pada awal September 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi genangan dan banjir saat intensitas hujan meningkat. Hingga Senin, 7 September 2026, kondisi banjir di Medan masih terus dipantau. BPBD memastikan personel tetap mengikuti perkembangan di lapangan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan Sungai Deli dan wilayah yang sebelumnya mengalami genangan.