Medan, 4 Juli 2026, Indonesia City Expo atau ICE 2026 di Kota Medan menjadi salah satu momentum penting bagi pemerintah kota untuk memperkuat promosi produk lokal dan membuka peluang kerja sama ekonomi antardaerah. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra Medan ini menjadi bagian dari rangkaian Rakernas XVIII APEKSI dan diikuti berbagai kota dari seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, setiap daerah tidak hanya menampilkan produk unggulan, tetapi juga memperkenalkan potensi investasi, inovasi layanan publik, hingga peluang pengembangan ekonomi kreatif. Pameran ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam penguatan ekonomi lokal.
Produk Lokal Didorong Naik Kelas
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai ICE 2026 bukan sekadar agenda pameran biasa. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi tempat bagi setiap kota untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mencari strategi baru agar produk daerah mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Produk lokal dinilai membutuhkan dukungan yang lebih kuat, bukan hanya dari sisi promosi, tetapi juga dari kualitas, kemasan, branding, dan kesinambungan produksi. Dengan adanya pertemuan antarkota seperti ICE 2026, pelaku usaha daerah memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan produknya kepada jaringan yang lebih luas.
ICE 2026 juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Setiap kota memiliki keunggulan masing-masing, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, pariwisata, hingga produk kreatif berbasis budaya lokal. Melalui kolaborasi, keunggulan tersebut dapat saling melengkapi dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.
Medan sebagai tuan rumah ikut mendapat ruang untuk memperlihatkan identitas kotanya sebagai daerah yang kaya kuliner, budaya, dan aktivitas ekonomi. Kehadiran peserta dari berbagai kota turut memberi dampak terhadap perputaran ekonomi lokal, terutama bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM.
UMKM Jadi Sorotan Utama
Salah satu catatan penting dari pelaksanaan ICE 2026 adalah tingginya perhatian terhadap produk UMKM. Transaksi yang tercatat selama kegiatan menunjukkan bahwa produk lokal masih memiliki daya tarik kuat ketika dikemas dan dipasarkan dengan tepat. Hal ini menjadi sinyal bahwa UMKM tidak hanya membutuhkan ruang jualan, tetapi juga akses promosi, jejaring, dan pendampingan berkelanjutan.
Melalui kegiatan seperti ICE 2026, produk lokal diharapkan tidak berhenti sebagai pajangan pameran, melainkan dapat masuk ke pasar yang lebih luas secara berkelanjutan. Pemerintah daerah juga diharapkan mampu menjaga komunikasi setelah kegiatan selesai agar peluang kerja sama yang sudah terbuka bisa ditindaklanjuti secara nyata.
Pelaksanaan ICE 2026 memberi pesan bahwa Medan tidak hanya menjadi tuan rumah kegiatan nasional, tetapi juga ikut mendorong lahirnya jejaring ekonomi antarkota. Dengan keterlibatan banyak daerah, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan potensi lokal dengan peluang pasar yang lebih besar.
Ke depan, kolaborasi seperti ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing daerah. Produk lokal yang selama ini tumbuh dari UMKM, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif perlu terus diberi ruang agar mampu naik kelas, memperluas pasar, dan memberi dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.