Pengendara Terjebak Macet hingga 12 Jam di Jalur Medan–Berastagi

Kemacetan parah melanda jalur Medan–Berastagi pada 5 Juli 2026. Pengendara terjebak hingga 12 jam akibat truk mogok dan padatnya arus akhir pekan. Pengendara Terjebak Macet hingga 12 Jam di Jalur Medan–Berastagi

Medan, 5 Juli 2026. Perjalanan akhir pekan menuju dan dari kawasan wisata Berastagi berubah menjadi pengalaman melelahkan bagi banyak pengendara. Jalur Medan–Berastagi mengalami kemacetan parah sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, membuat sejumlah warga harus menghabiskan waktu berjam-jam di dalam kendaraan tanpa banyak bergerak.

Kemacetan panjang itu terjadi di ruas Jalan Jamin Ginting, terutama di sekitar kawasan Sibolangit hingga Sembahe, Kabupaten Deli Serdang. Arus kendaraan yang biasanya padat pada akhir pekan menjadi semakin tersendat setelah sebuah truk dilaporkan mengalami gangguan di jalur tersebut. Kondisi jalan yang menanjak, sempit di beberapa titik, serta tingginya volume kendaraan membuat antrean semakin sulit terurai.

Perjalanan Pulang Berubah Jadi Bermalam di Jalan

Bagi sebagian pengendara, perjalanan pulang dari Berastagi menuju Medan bukan lagi sekadar macet biasa. Ada warga yang mengaku mulai terjebak sejak malam hari dan baru bisa mendekati wilayah Medan pada pagi hingga menjelang siang. Kendaraan bergerak sangat lambat, bahkan di beberapa titik sempat berhenti total dalam waktu lama.

Sejumlah pengendara memilih mematikan mesin kendaraan untuk menghemat bahan bakar. Ada pula yang akhirnya tidur di dalam mobil karena tidak ada kepastian kapan arus kembali lancar. Di tengah udara dingin kawasan pegunungan dan kondisi hujan pada malam hari, rasa lelah semakin terasa, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak maupun penumpang lanjut usia.

Situasi tersebut membuat perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam beberapa jam berubah menjadi belasan jam. Sebagian warga menyebut pengalaman itu lebih melelahkan dibanding perjalanan mudik karena kendaraan nyaris tidak bergerak dalam waktu lama.

Kemacetan disebut dipicu oleh adanya truk yang mengalami masalah di sekitar jalur Sembahe hingga tikungan Tirtanadi. Posisi kendaraan besar yang bermasalah membuat arus lalu lintas dari dua arah terganggu. Pada saat bersamaan, volume kendaraan wisatawan yang pulang dari Berastagi juga sedang tinggi karena bertepatan dengan akhir pekan.

Petugas lalu lintas berupaya mengatur kendaraan agar antrean tidak semakin kacau. Pengendara diminta tetap tertib, menjaga jarak, dan tidak memaksakan diri mengambil jalur berlawanan karena dapat memperparah penyumbatan. Di beberapa titik, kendaraan disusun rapi agar proses penanganan truk dan penguraian arus dapat dilakukan lebih aman.

Meski begitu, kondisi di lapangan tetap berjalan lambat. Banyak pengendara yang mulai khawatir kehabisan bahan bakar karena mesin kendaraan harus berulang kali dinyalakan dan dimatikan. Beberapa warga juga memilih keluar dari mobil untuk sekadar beristirahat, membeli minuman, atau mencari udara segar sambil menunggu antrean bergerak.

Jalur Wisata yang Selalu Rawan Padat Saat Akhir Pekan

Jalur Medan–Berastagi selama ini dikenal sebagai salah satu akses utama masyarakat Medan menuju kawasan wisata dataran tinggi Karo. Setiap akhir pekan, arus kendaraan menuju Berastagi dan sebaliknya kerap meningkat tajam. Ketika ada kendaraan besar mogok, kecelakaan, hujan deras, atau kendaraan berhenti di bahu jalan, kemacetan dapat dengan cepat memanjang.

Kondisi ini kembali menjadi catatan penting bagi pengendara yang hendak melintas. Warga disarankan mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat, memastikan bahan bakar cukup, membawa bekal seperlunya, serta memantau informasi lalu lintas terbaru. Pengendara juga perlu mempertimbangkan waktu perjalanan agar tidak terjebak pada jam pulang wisatawan yang biasanya padat pada sore hingga malam hari.

Dalam situasi macet panjang seperti ini, keselamatan tetap menjadi hal utama. Pengendara diminta tidak saling mendahului secara paksa, tidak memakai jalur berlawanan, dan tidak berhenti sembarangan di titik yang dapat menghambat kendaraan lain. Sikap tertib menjadi penting karena satu kendaraan yang salah posisi dapat membuat arus semakin sulit diurai.

Kemacetan belasan jam di jalur Medan–Berastagi ini menjadi pengingat bahwa akses wisata menuju kawasan pegunungan masih rentan terganggu ketika volume kendaraan tinggi bertemu dengan hambatan di jalan. Bagi warga Medan dan sekitarnya, perjalanan ke Berastagi tetap menarik, tetapi persiapan, kesabaran, dan kewaspadaan perlu menjadi bagian penting sebelum berangkat.

Baca Juga Berita : PPIH Embarkasi Medan Pulangkan Dua Calon Haji Asal Sumut karena Tidak Layak Terbang

tamanslot77 kingcobratoto vipertoto