Medan, 3 Juli 2026. Pemerintah Kota Medan mendorong kolaborasi antardaerah dalam menjaga lingkungan melalui aksi penanaman pohon bersama peserta Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau Rakernas XVIII APEKSI 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda lingkungan yang digelar di Kota Medan sebagai tuan rumah pertemuan pemerintah kota se-Indonesia.
Aksi penghijauan itu dilaksanakan di Taman Cadika, Kota Medan, dengan melibatkan para peserta APEKSI dari berbagai daerah. Pemerintah Kota Medan menilai penanaman pohon bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk memperkuat kepedulian terhadap perubahan iklim, kualitas udara, serta keberlanjutan ruang hijau perkotaan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 120 bibit pohon ditanam bersama sebagai simbol komitmen pemerintah kota dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon juga menjadi pesan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan seimbang dengan upaya perlindungan alam, terutama di tengah tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya tekanan terhadap kawasan perkotaan.
Aksi Hijau dalam Rangkaian Rakernas APEKSI
Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan tidak hanya menjadi ruang pertemuan dan pertukaran gagasan antarwali kota. Melalui kegiatan penanaman pohon, agenda nasional tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran pemerintah daerah mengenai pentingnya kebijakan kota yang ramah lingkungan.
Kota-kota di Indonesia menghadapi tantangan yang hampir serupa, mulai dari kepadatan penduduk, kebutuhan ruang terbuka hijau, persoalan sampah, hingga dampak perubahan iklim. Karena itu, kerja sama antardaerah dinilai penting agar setiap kota dapat saling berbagi pengalaman dan menerapkan kebijakan yang lebih adaptif.
Pemkot Medan berharap kegiatan ini dapat memberi dampak jangka panjang, bukan hanya bagi kawasan tempat pohon ditanam, tetapi juga bagi cara pandang pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan. Pohon yang ditanam diharapkan tumbuh menjadi bagian dari ruang hijau yang memberi manfaat bagi masyarakat, mulai dari penyerapan karbon, peneduh kawasan, hingga peningkatan kualitas lingkungan.
Simbol Kolaborasi Antarkota
Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan APEKSI di Medan juga diisi dengan peresmian prasasti kota tangguh. Prasasti tersebut menjadi simbol kebersamaan pemerintah kota dalam memperkuat pembangunan daerah dan menghadapi berbagai persoalan perkotaan secara bersama.
Melalui momentum APEKSI, Medan ingin menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak bisa ditangani secara terpisah oleh satu daerah saja. Perubahan iklim menuntut kerja sama yang lebih luas, termasuk melalui kebijakan penghijauan, pengelolaan ruang kota, dan penguatan kesadaran masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kota yang maju tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kualitas hidup warga. Ruang hijau, udara bersih, dan lingkungan yang tertata menjadi bagian penting dari pembangunan kota yang berkelanjutan.
Medan Dorong Pembangunan Kota Berkelanjutan
Sebagai tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI 2026, Kota Medan berupaya menampilkan agenda yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberi pesan sosial dan ekologis. Aksi tanam pohon bersama peserta APEKSI menjadi salah satu bentuk dorongan agar pemerintah kota semakin serius menempatkan lingkungan sebagai bagian dari arah pembangunan.
Pemkot Medan juga berharap peserta APEKSI dapat membawa pulang gagasan dan inspirasi dari kegiatan tersebut untuk diterapkan di daerah masing-masing. Dengan begitu, gerakan penghijauan tidak berhenti di Medan, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama di berbagai kota di Indonesia.
Langkah ini dinilai penting karena perubahan iklim semakin terasa dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Suhu udara yang meningkat, banjir, berkurangnya daerah resapan, dan menurunnya kualitas udara menjadi persoalan yang perlu dijawab melalui kebijakan konkret.
Melalui aksi hijau ini, Pemkot Medan ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Penanaman pohon menjadi langkah sederhana, tetapi memiliki nilai besar jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.