Medan, 9 Juni 2026. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri kegiatan sunat massal Sah-Rizki yang digelar sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti 42 anak dan turut dirangkai dengan penyerahan santunan kepada para ibu tunggal.
Acara ini menjadi salah satu kegiatan sosial yang menyasar langsung kebutuhan warga, terutama keluarga yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan dasar bagi anak. Melalui kegiatan sunat massal, masyarakat dapat memperoleh pelayanan tanpa harus menanggung biaya secara mandiri.
Sebanyak 42 anak mengikuti kegiatan sunat massal tersebut. Pelaksanaan dilakukan dengan melibatkan tenaga medis agar proses berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur kesehatan.
Kehadiran Rico Waas dalam kegiatan itu menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Medan terhadap gerakan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ia mengapresiasi pihak penyelenggara dan seluruh unsur yang terlibat karena telah membantu meringankan beban keluarga peserta.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu dari sisi kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Selain sunat massal, kegiatan Sah-Rizki juga diisi dengan pemberian santunan kepada ibu tunggal. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi dan sosial. Santunan itu diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan harian penerima. Pemerintah Kota Medan menilai perhatian terhadap kelompok rentan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Rico Waas menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap warga. Karena itu, kegiatan sosial yang melibatkan banyak pihak dinilai penting untuk terus didorong. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan akses layanan sosial dan kesehatan. Dengan adanya kolaborasi, bantuan kepada masyarakat dapat lebih tepat sasaran dan memberi dampak nyata.
Kegiatan sunat massal dan santunan ini juga menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah dengan warga. Melalui pendekatan langsung seperti ini, kebutuhan masyarakat dapat lebih mudah didengar dan ditindaklanjuti.
Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Bagi keluarga peserta, sunat massal ini membantu mengurangi beban biaya sekaligus memberi kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan anak.
Sementara itu, santunan kepada ibu tunggal menjadi bentuk dukungan moral dan material bagi warga yang menjalani peran keluarga secara mandiri. Pemerintah Kota Medan berharap kepedulian seperti ini dapat menjadi contoh bagi lebih banyak pihak untuk ikut membantu sesama.
Kegiatan Sah-Rizki tersebut menegaskan pentingnya gotong royong dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat. Pemerintah, penyelenggara, tenaga medis, dan warga dinilai memiliki peran bersama dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih peduli dan inklusif.
Baca Juga Berita : Pemuda Tenggelam di Sungai Tapak Gajah Belum Ditemukan