Medan, 10 Juni 2026. Forum Jurnalis Perempuan Indonesia atau FJPI Sumatera Utara menjajaki peluang kerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Medan. Penjajakan tersebut dilakukan melalui audiensi pengurus FJPI Sumut di Kantor Konsulat Jenderal Jepang, Gedung Sinar Mas, Jalan Diponegoro, Medan.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara organisasi jurnalis perempuan dengan perwakilan Pemerintah Jepang di Medan. Sejumlah agenda dibahas, mulai dari peningkatan kapasitas jurnalis perempuan, penguatan literasi media, pemberdayaan perempuan, hingga peluang kerja sama di bidang kebudayaan.
Dalam audiensi tersebut, FJPI Sumut memperkenalkan peran organisasi sebagai wadah profesi yang mendorong pengembangan kompetensi jurnalis perempuan. Organisasi ini juga menaruh perhatian pada isu perlindungan profesi, peningkatan keterampilan, serta perluasan ruang kontribusi perempuan di bidang jurnalistik dan sosial.
FJPI Sumut memandang kerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Medan sebagai peluang penting untuk memperluas wawasan jurnalis perempuan. Kolaborasi yang dijajaki tidak hanya menyangkut kegiatan jurnalistik, tetapi juga menyentuh penguatan literasi, pelatihan, dan pertukaran pengetahuan.
Salah satu gagasan yang dibahas adalah penyelenggaraan pelatihan atau diskusi bersama yang melibatkan narasumber dari Jepang. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memberi sudut pandang baru bagi jurnalis dalam memahami isu perempuan, budaya, pendidikan, dan perkembangan media di tingkat internasional.
Melalui kerja sama lintas negara, jurnalis perempuan di Sumatera Utara diharapkan dapat memperoleh ruang belajar yang lebih luas. Tidak hanya dalam kemampuan teknis penulisan berita, tetapi juga dalam memahami isu sosial secara lebih mendalam dan berimbang.
Selain bidang jurnalistik dan literasi, audiensi tersebut juga membuka pembahasan mengenai peluang kerja sama kebudayaan. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan adalah pengenalan budaya Jepang kepada anggota FJPI Sumut maupun masyarakat luas.
Program kebudayaan dinilai memiliki nilai edukatif karena dapat memperkenalkan tradisi, seni, dan cara pandang masyarakat Jepang. Kegiatan seperti ini juga berpotensi menjadi ruang kreatif bagi perempuan, terutama dalam membangun keterampilan, jejaring, dan pemahaman lintas budaya.
FJPI Sumut selama ini juga aktif mendorong kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan. Karena itu, kerja sama di bidang budaya dan pelatihan dinilai sejalan dengan arah program organisasi yang tidak hanya berfokus pada profesi jurnalistik, tetapi juga pada penguatan peran perempuan di masyarakat.
Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya FJPI Sumut untuk memperluas jejaring kelembagaan. Sebagai organisasi jurnalis perempuan yang lahir dan berkembang dari Sumatera Utara, FJPI Sumut terus berupaya membangun hubungan dengan berbagai pihak, termasuk lembaga perwakilan asing.
Dengan adanya komunikasi awal ini, FJPI Sumut berharap peluang kerja sama dapat berlanjut ke program yang lebih konkret. Kegiatan yang dirancang nantinya diharapkan dapat memberi manfaat bagi anggota organisasi, insan pers, perempuan, serta masyarakat umum.
Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi sinyal positif bagi hubungan antara FJPI Sumut dan Konsulat Jenderal Jepang di Medan dalam membangun kolaborasi yang bermanfaat di bidang jurnalistik, literasi, pemberdayaan perempuan, dan kebudayaan.