Medan, 5 Mei 2026. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Embarkasi Medan mengingatkan calon haji asal Sumatera Utara agar tidak mengunggah foto Kartu Nusuk ke media sosial. Imbauan ini disampaikan karena kartu tersebut memuat data penting jamaah yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menyebut Kartu Nusuk bukan sekadar tanda pengenal biasa. Di dalamnya terdapat identitas jamaah, informasi layanan selama di Tanah Suci, hingga barcode yang berkaitan dengan akses ibadah dan pelayanan haji.
Data Jamaah Harus Dilindungi
PPIH Medan meminta jamaah lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial selama masa keberangkatan haji. Kebiasaan membagikan foto dokumen perjalanan, kartu identitas, atau perlengkapan haji dinilai dapat membuka celah penyalahgunaan data pribadi.
Kartu Nusuk memuat informasi yang terhubung dengan layanan transportasi, pemondokan, konsumsi, serta akses tertentu selama jamaah berada di Arab Saudi. Karena itu, jamaah diminta tidak memotret lalu menyebarkan kartu tersebut ke grup terbuka, akun pribadi, maupun platform media sosial lain.
Zulkifli menegaskan bahwa setiap calon haji perlu menjaga dokumen tersebut dengan baik. Kartu Nusuk harus dibawa dan diamankan selama pelaksanaan ibadah haji.
Jadi Syarat Akses Ibadah di Tanah Suci
Kartu Nusuk memiliki fungsi penting selama jamaah berada di Tanah Suci. Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat untuk mengakses sejumlah layanan dan lokasi ibadah.
PPIH Medan menjelaskan, tanpa Kartu Nusuk, jamaah dapat mengalami kendala saat hendak masuk ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan sai. Kartu itu juga menjadi syarat penting saat jamaah mengikuti puncak ibadah haji di Arafah.
Karena perannya sangat vital, jamaah diminta tidak meremehkan keamanan kartu tersebut. Kehilangan atau penyalahgunaan data pada kartu bisa mengganggu kelancaran ibadah.
Ribuan Calon Haji Sumut Diberangkatkan
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Medan, sebanyak 5.990 calon haji asal Sumatera Utara, termasuk 68 petugas haji, dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 22 April hingga 11 Mei 2026. Hingga pemberangkatan Kloter 12 pada Selasa, 5 Mei 2026, sebanyak 4.305 calon haji dan 48 petugas telah tiba di Tanah Suci.
PPIH Medan juga terus mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalani rangkaian ibadah. Selain kesiapan dokumen, kesehatan jamaah menjadi faktor penting agar pelaksanaan haji berjalan lancar.
Jamaah Diminta Saling Membantu
Selain menjaga Kartu Nusuk, jamaah diimbau memperkuat kebersamaan selama berada di Tanah Suci. PPIH meminta calon haji saling membantu tanpa membedakan asal daerah, kelompok terbang, maupun latar belakang.
Kebersamaan dinilai penting karena pelaksanaan haji melibatkan aktivitas fisik, perpindahan lokasi, dan kepadatan jamaah dari berbagai negara. Dalam kondisi tersebut, kepedulian antarsesama dapat membantu mengurangi risiko jamaah tertinggal, kehilangan barang, atau mengalami kesulitan saat beribadah.
PPIH juga mengingatkan bahwa keberangkatan haji merupakan panggilan ibadah yang harus dijalani dengan tertib, sabar, dan penuh tanggung jawab.
Media Sosial Jangan Jadi Celah Risiko
Imbauan agar tidak mengunggah Kartu Nusuk menjadi bagian dari upaya perlindungan jamaah di era digital. Informasi yang terlihat sederhana di media sosial dapat dimanfaatkan pihak lain untuk kepentingan yang merugikan.
Calon haji disarankan hanya membagikan momen perjalanan secara wajar tanpa menampilkan dokumen pribadi, barcode, nomor identitas, maupun data layanan haji. Jika ingin menyimpan dokumentasi, foto kartu sebaiknya disimpan secara pribadi dan tidak dibagikan secara publik.
Dengan menjaga Kartu Nusuk dan tidak menyebarkan datanya, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman, tertib, dan lancar.