Medan, 16 Juli 2026. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara membantah kabar mengenai aksi mogok massal awak mobil tangki yang disebut menjadi penyebab antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Medan dan wilayah Sumatera Utara.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menjelaskan bahwa gangguan penyaluran BBM dalam beberapa hari terakhir berkaitan dengan proses pembenahan pada manajemen transportasi. Pertamina memastikan tidak ada pemogokan ataupun pemutusan hubungan kerja secara massal terhadap para pengemudi mobil tangki.
Menurut Sunardi, perusahaan sedang melakukan evaluasi, pembinaan, dan penyesuaian terhadap awak mobil tangki yang dinilai belum memenuhi persyaratan atau memiliki kinerja yang perlu diperbaiki. Proses tersebut sempat memengaruhi operasional distribusi, tetapi tidak berkaitan dengan aksi penghentian kerja secara serentak.
Pertamina Pastikan Persediaan BBM Masih Aman
Di tengah kekhawatiran masyarakat akibat antrean panjang, Pertamina memastikan persediaan BBM di Integrated Terminal Medan masih mencukupi. Stok Pertalite diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan hingga 16 hari, sedangkan persediaan Biosolar berada pada tingkat ketahanan sekitar tujuh hari.
Pasokan tambahan juga terus dipersiapkan untuk memperkuat ketersediaan BBM. Kapal yang membawa sekitar 32.000 kiloliter pasokan dijadwalkan tiba pada Jumat, 17 Juli 2026. Sementara itu, tambahan Biosolar telah tiba pada Kamis dan segera disalurkan ke jaringan SPBU yang membutuhkan.
Pertamina turut memperkuat proses pengiriman dengan mendatangkan 41 awak mobil tangki dari luar wilayah Sumbagut. Perusahaan juga menambah 35 unit mobil tangki dan bekerja sama dengan personel TNI dari Batalyon Perbekalan dan Angkutan untuk membantu mempercepat distribusi.
Penyaluran BBM Ditingkatkan
Upaya pemulihan dilakukan dengan meningkatkan volume penyaluran ke sejumlah SPBU. Pertamina mencatat distribusi BBM telah dinaikkan menjadi sekitar 6.000 kiloliter, lebih tinggi dibandingkan penyaluran normal yang berada di kisaran 5.400 kiloliter.
Penambahan armada dan tenaga pengemudi diharapkan dapat mempercepat pengisian kembali tangki penyimpanan SPBU. Pertamina memperkirakan kondisi distribusi dan antrean kendaraan dapat kembali normal paling lambat Sabtu, 18 Juli 2026.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak membeli BBM dalam jumlah berlebihan. Pertamina juga mengimbau warga tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi di media sosial karena tindakan pembelian secara panik dapat memperpanjang antrean serta mengganggu pemerataan distribusi.
Baca Juga Berita : Antrean BBM Masih Terjadi di Sejumlah SPBU Medan