Medan, 29 Juni 2026. Open Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan Tahun 2026 resmi dibuka di GOR Kebun Bunga, Medan, Jumat malam, 19 Juni 2026. Pembukaan dilakukan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sebagai bentuk dukungan pemerintah kota terhadap pembinaan olahraga sekaligus pelestarian budaya bela diri asli Indonesia.
Turnamen yang digagas Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI Kota Medan tersebut menjadi ajang pertemuan para pesilat muda dari berbagai perguruan dan kontingen. Sebanyak sekitar 674 atlet dari 58 kontingen tercatat ambil bagian dan dijadwalkan bertanding selama tiga hari.
Dalam sambutannya, Rico Waas menilai pencak silat tidak boleh dipandang hanya sebagai cabang olahraga adu teknik dan kekuatan. Menurutnya, silat juga membawa nilai budaya, kedisiplinan, keberanian, serta identitas bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
Pencak Silat Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda
Rico menyampaikan bahwa antusiasme ratusan peserta menjadi tanda positif bagi masa depan pencak silat di Kota Medan. Ia berharap turnamen ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk karakter atlet muda yang mampu menjaga sportivitas, menghormati lawan, dan tetap bangga pada budaya sendiri.
Kegiatan seperti ini dinilai penting karena memberi ruang kompetisi yang sehat bagi para atlet. Melalui pertandingan resmi, kemampuan pesilat dapat diukur secara langsung, sementara pelatih dan perguruan memiliki kesempatan mengevaluasi hasil pembinaan yang selama ini dilakukan.
Diharapkan Lahir Atlet Berprestasi dari Medan
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, turnamen ini juga diharapkan menjadi jalur awal bagi atlet potensial untuk naik ke level yang lebih tinggi. Rico berharap para pemenang nantinya dapat melanjutkan prestasi hingga Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara dan membawa nama Kota Medan sebagai salah satu daerah kuat di cabang pencak silat.
Suasana pembukaan berlangsung cair. Wali Kota Medan juga sempat berinteraksi langsung dengan para atlet untuk memberi motivasi. Kepada peserta yang berani berdialog dan menjawab tantangan, Rico menjanjikan hadiah berupa tambahan perlengkapan seragam silat.
Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Tengku Chairuniza, Ketua Umum IPSI Kota Medan Haris Muda Siregar, serta Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal. Kehadiran sejumlah unsur olahraga tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan pencak silat di Medan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, dan perguruan.
Dengan dibukanya Open Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan 2026, para peserta kini tidak hanya bertanding untuk meraih medali, tetapi juga membawa tanggung jawab menjaga warisan budaya bangsa. Ajang ini diharapkan menjadi panggung lahirnya pesilat muda Medan yang tangguh, disiplin, dan siap bersaing di tingkat Sumatera Utara maupun nasional.