1.500 Warga Medan Terdampak Banjir, Tiga Kecamatan Terendam Usai Hujan Deras

Banjir melanda Medan pada 12 Juni 2026. Sebanyak 1.500 warga di tiga kecamatan terdampak usai hujan deras mengguyur dini hari. 1.500 Warga Medan Terdampak Banjir, Tiga Kecamatan Terendam Usai Hujan Deras

Medan, 13 Juni 2026.  Sebanyak 1.500 warga Kota Medan, Sumatera Utara, terdampak banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Jumat dini hari, 12 Juni 2026. Banjir merendam permukiman di sejumlah titik dan membuat aktivitas warga terganggu sejak pagi.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana atau Pusdalops Sumatera Utara, banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.10 WIB. Genangan muncul setelah debit air meningkat akibat hujan deras yang berlangsung pada jam rawan, ketika sebagian besar warga masih berada di rumah.

Banjir tercatat melanda tiga kecamatan di Kota Medan, yakni Medan Johor, Medan Maimun, dan Medan Selayang. Dari tiga wilayah tersebut, Medan Johor menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak paling banyak. Di Medan Johor, sebanyak 800 jiwa atau sekitar 250 kepala keluarga terdampak banjir. Sementara itu, di Medan Maimun tercatat 506 jiwa atau 122 kepala keluarga ikut terdampak. Adapun di Medan Selayang, jumlah warga terdampak mencapai 194 jiwa atau sekitar 80 kepala keluarga.

Meski jumlah warga terdampak cukup besar, laporan sementara menyebutkan tidak ada korban meninggal dunia, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi. Kondisi ini membuat penanganan di lapangan lebih difokuskan pada pemantauan genangan, kesiapan evakuasi, dan bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.

Pemerintah Kota Medan bersama BPBD dan unsur terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Pemantauan tinggi muka air dilakukan di daerah aliran sungai serta wilayah yang selama ini dikenal rawan banjir.

Selain memantau kondisi air, petugas juga menyiapkan peralatan evakuasi untuk mengantisipasi apabila genangan kembali naik. Imbauan kepada masyarakat turut digencarkan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rendah dan dekat aliran sungai. Bantuan logistik juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak. Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD Sumut, dan pemangku kepentingan lain dilakukan agar penanganan tidak terlambat apabila situasi berubah.

Banjir yang kembali terjadi di Kota Medan menjadi pengingat bahwa potensi bencana hidrometeorologi masih perlu diantisipasi, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Warga di kawasan rawan diminta tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk kenaikan air di parit, sungai kecil, dan saluran drainase.

Masyarakat juga diimbau tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang cukup tinggi. Selain berisiko bagi kendaraan, genangan dapat menyembunyikan lubang jalan, arus air, atau benda berbahaya yang terbawa banjir. Hingga laporan ini disusun, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi terdampak. Pemerintah daerah menyatakan penanganan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

tamanslot77 kingcobratoto vipertoto