Medan, 14 Agustus 2026. Pemerintah Kota Medan mendorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya memberi manfaat bagi pemenuhan gizi anak, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Pemkot menilai besarnya kebutuhan pangan dalam program tersebut dapat membuka peluang bagi pemasok lokal sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru di berbagai wilayah Kota Medan.
MBG Dinilai Memiliki Dampak Ekonomi Berantai
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyampaikan pandangan tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi pemantauan dan optimalisasi peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan MBG secara daring. Rapat tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 115 mengenai tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Pemkot Medan, aktivitas penyediaan makanan dalam jumlah besar membuat kebutuhan terhadap beras, sayuran, telur, daging, serta berbagai bahan pangan lainnya ikut meningkat. Kondisi itu dinilai dapat menjadi peluang bagi petani, pedagang, distributor hingga pelaku usaha lokal untuk masuk dalam rantai pasok program MBG.
Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah juga dinilai berpotensi menyerap tenaga kerja. Dengan demikian, manfaat program diharapkan tidak berhenti pada penerima makanan, tetapi ikut dirasakan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan produksi, pengolahan hingga distribusi pangan.
Pemkot Medan Pantau Ketersediaan Bahan Pangan
Di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung MBG, Pemkot Medan juga memberi perhatian terhadap kestabilan stok di pasar. Rico telah meminta jajaran pemerintah kota melakukan pemantauan ketersediaan bahan pangan setiap hari agar kebutuhan program tidak mengganggu pasokan untuk masyarakat umum.
Pemerintah kota menilai peningkatan permintaan harus diikuti dengan kemampuan produksi yang memadai. Karena itu, penguatan produsen dan pemasok lokal menjadi bagian penting agar rantai pasok MBG dapat berjalan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus diperlukan untuk mencegah ketergantungan pada stok yang tersedia dalam jangka pendek. Apabila kapasitas produksi lokal dapat terus bertambah, kebutuhan program dapat dipenuhi tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap pasokan bahan pangan di pasaran.
Pengawasan Program MBG Terus Diperkuat
Pemkot Medan juga menempatkan pengawasan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program. Dinas Pendidikan dilibatkan dalam pemantauan di lapangan, sementara koordinasi dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Sumatera Utara dan koordinator wilayah Medan untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis yang muncul.
Kepala BGN Sudaryono turut menekankan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Program ini diarahkan untuk mendukung kesehatan serta kualitas perkembangan anak, sehingga pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah.
Bagi Kota Medan, pelaksanaan MBG kini memiliki dua sasaran yang berjalan beriringan. Selain memastikan anak-anak memperoleh makanan dengan kebutuhan gizi yang lebih baik, pemerintah daerah ingin perputaran belanja program ikut memperkuat usaha lokal, menciptakan pekerjaan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan pengawasan yang konsisten serta rantai pasok yang melibatkan produsen daerah, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu kegiatan yang tidak hanya menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga ikut memperkuat perekonomian masyarakat Kota Medan.
Baca Juga Berita : Hari UMKM Nasional 2026, Pelaku Usaha Medan Perkuat Ekonomi Daerah