Medan, 29 Mei 2026. Harga sejumlah bahan pangan pokok di Kota Medan pada Jumat, 29 Mei 2026, terpantau bergerak beragam. Beberapa kebutuhan dapur masih berada dalam kondisi relatif stabil, sementara cabai merah dan minyak goreng menjadi dua komoditas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat karena harganya masih cukup tinggi.
Kondisi harga pangan tersebut terasa di sejumlah pasar tradisional. Aktivitas jual beli tetap berjalan normal setelah masa libur Idul Adha, namun sebagian pembeli mulai lebih selektif dalam menentukan jumlah belanja. Warga memilih membeli kebutuhan secukupnya, terutama untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Cabai merah menjadi salah satu bahan pangan yang paling disorot. Harga komoditas ini masih berada pada level tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan harga cabai cukup dirasakan oleh masyarakat karena bahan tersebut hampir selalu digunakan dalam kebutuhan memasak harian.
Bagi rumah tangga, kenaikan harga cabai membuat pengeluaran dapur ikut bertambah. Sementara bagi pedagang makanan, harga cabai yang tinggi dapat memengaruhi biaya produksi. Sebagian pedagang memilih mengurangi penggunaan cabai atau menyesuaikan porsi bumbu agar harga jual makanan tetap bisa dijangkau pembeli.
Perubahan harga cabai biasanya dipengaruhi oleh pasokan dari daerah penghasil, kondisi cuaca, biaya distribusi, serta permintaan pasar. Setelah masa libur panjang, pergerakan permintaan juga ikut memengaruhi harga di tingkat pedagang. Selain cabai, minyak goreng juga masih menjadi perhatian warga Medan. Harga minyak goreng di pasar tradisional belum menunjukkan penurunan signifikan. Kondisi ini membuat masyarakat harus lebih cermat mengatur belanja kebutuhan pokok.
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Karena itu, harga yang bertahan tinggi dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran harian. Pedagang gorengan, warung makan, hingga pelaku usaha kuliner rumahan menjadi kelompok yang cukup merasakan dampaknya.
Sebagian pedagang berharap distribusi minyak goreng tetap lancar agar harga tidak kembali naik. Jika pasokan terganggu, harga di tingkat eceran berpotensi semakin membebani pembeli.
Di tengah perhatian terhadap cabai dan minyak goreng, harga beras di Medan masih terpantau relatif stabil. Komoditas ini tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat, sehingga kestabilan harga beras cukup penting untuk menjaga daya beli warga. Gula pasir juga tidak menunjukkan gejolak besar. Meski terdapat perbedaan harga antar pedagang, pergerakannya masih berada dalam batas wajar. Kondisi ini membuat pembeli masih dapat menyesuaikan pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan belanja.
Stabilnya harga beras dan gula membantu menahan tekanan belanja rumah tangga. Namun, masyarakat tetap berharap harga kebutuhan lain tidak ikut naik dalam beberapa hari ke depan. Harga bawang merah dan bawang putih di pasar tradisional Medan juga masih bergerak dalam kisaran yang cukup terkendali. Kenaikan kecil masih terjadi di beberapa titik, tetapi belum sampai menimbulkan lonjakan besar di tingkat pembeli.
Untuk kebutuhan protein, telur ayam dan daging ayam mengalami pergerakan tipis. Kenaikan harga pada dua komoditas ini biasanya dipengaruhi oleh pasokan, permintaan konsumen, dan biaya distribusi. Meski tidak setajam cabai, perubahan harga tetap dirasakan oleh pembeli harian.
Daging sapi masih berada pada kelompok komoditas dengan harga tinggi. Namun, permintaan daging cenderung lebih terbatas dibandingkan kebutuhan harian seperti beras, telur, cabai, dan minyak goreng.
Sejumlah warga memilih mengatur ulang daftar belanja untuk menyesuaikan kondisi harga pangan. Bahan yang mengalami kenaikan dibeli dalam jumlah lebih sedikit, sementara kebutuhan utama tetap diprioritaskan. Kondisi ini umum terjadi ketika harga beberapa komoditas dapur mengalami tekanan. Masyarakat cenderung menahan belanja besar dan lebih memilih membeli bahan pangan sesuai kebutuhan harian.
Pedagang pasar juga berharap harga segera kembali stabil. Menurut mereka, harga yang terlalu tinggi bukan hanya memberatkan pembeli, tetapi juga dapat menurunkan jumlah transaksi. Ketika pembeli mengurangi belanja, perputaran dagangan di pasar ikut melambat. Pergerakan harga pangan di Medan pada 29 Mei 2026 menunjukkan pentingnya pengawasan pasar secara rutin. Cabai merah dan minyak goreng perlu menjadi perhatian karena keduanya memiliki pengaruh besar terhadap kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil.
Kelancaran distribusi harus dijaga agar pasokan tidak terganggu. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga perlu memastikan tidak ada hambatan dalam rantai pasok, terutama untuk komoditas yang mudah mengalami kenaikan harga. Dengan pengawasan yang konsisten, harga pangan diharapkan tetap terkendali. Masyarakat juga dapat lebih tenang memenuhi kebutuhan dapur tanpa terbebani lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Secara umum, harga pangan di Medan pada Jumat, 29 Mei 2026 masih bergerak bervariasi. Beras dan gula relatif stabil, sementara cabai merah dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak disorot. Situasi pasar diperkirakan masih dapat berubah dalam beberapa hari ke depan, tergantung pasokan, distribusi, dan tingkat permintaan masyarakat. Karena itu, pemantauan harga tetap diperlukan agar perubahan yang terjadi bisa segera diantisipasi.
Baca Juga Berita : Penasihat DWP Sumut Dorong Perempuan Pelaku UMKM Kuasai Digitalisasi