Medan, 13 Juli 2026. Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Medan Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob hingga Sabtu, 18 Juli 2026. Pasang air laut diperkirakan berdampak pada wilayah Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Peringatan tersebut disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan. Periode pasang tinggi diprakirakan berlangsung sejak 12 Juli dan berlanjut selama beberapa hari ke depan.
Pasang Tertinggi Diperkirakan Mencapai 2,6 Meter
Berdasarkan pemantauan ketinggian muka air serta perhitungan pasang surut, pasang laut di kawasan pesisir Medan Utara diperkirakan berada di atas 2,3 meter. Pada kondisi tertentu, tinggi pasang dapat mencapai titik maksimum sekitar 2,6 meter.
Ketinggian tersebut merupakan ukuran muka air laut yang dihitung dari titik surut terendah, bukan berarti seluruh kawasan permukiman akan terendam hingga kedalaman 2,6 meter. Tingkat genangan di setiap lokasi dapat berbeda, bergantung pada kondisi daratan, tanggul, saluran air, dan jarak permukiman dari garis pantai.
Waktu yang perlu mendapat perhatian berada di sekitar pukul 04.00 WIB serta rentang pukul 12.00 hingga 16.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, warga yang beraktivitas di pesisir disarankan mengantisipasi kemungkinan air laut memasuki jalan, halaman, ataupun lingkungan permukiman rendah.
Fenomena Bulan Baru Tingkatkan Muka Air Laut
Potensi rob pada pertengahan Juli berkaitan dengan fenomena bulan baru yang berdekatan dengan posisi bulan pada jarak terdekat terhadap bumi. Fenomena yang diperkirakan terjadi pada 14 Juli 2026 itu dapat meningkatkan ketinggian maksimum air laut.
BMKG mencatat pesisir Sumatera Utara, khususnya Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan, termasuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami banjir pesisir pada 12–18 Juli 2026. Sejumlah kawasan pesisir lain di Indonesia juga menghadapi risiko serupa dengan periode yang berbeda.
Aktivitas Pelabuhan dan Transportasi Bisa Terganggu
Naiknya muka air laut berpotensi menghambat mobilitas warga, terutama pada jalan yang berada dekat pantai atau memiliki permukaan lebih rendah. Aktivitas transportasi dan bongkar muat di sekitar pelabuhan juga dapat terganggu apabila air menggenangi akses kendaraan.
Selain lingkungan permukiman, rob dapat memengaruhi kegiatan masyarakat di sekitar tambak, kawasan perikanan darat, serta fasilitas usaha yang berada di wilayah pesisir. Karena itu, warga dan pelaku usaha diminta menyesuaikan jadwal aktivitas dengan prakiraan pasang laut.
Warga Diminta Menyiapkan Langkah Antisipasi
Masyarakat di kawasan rawan disarankan memindahkan barang berharga dan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Kendaraan juga sebaiknya ditempatkan di lokasi aman sebelum air mulai memasuki jalan lingkungan.
Warga perlu berhati-hati terhadap risiko korsleting listrik ketika air menggenangi rumah. Anak-anak sebaiknya tidak dibiarkan bermain di area rob karena genangan dapat menutupi lubang, saluran air, benda tajam, maupun kabel listrik.
Pengendara diminta tidak memaksakan diri melintasi genangan yang cukup tinggi. Selain berisiko merusak kendaraan, arus air dan kondisi jalan yang tidak terlihat dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat di Medan Utara diimbau terus mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim dan pasang surut dari BMKG. Kewaspadaan perlu dipertahankan sampai periode potensi banjir pesisir berakhir pada 18 Juli 2026.