Medan, 12 Mei 2026. Pemerintah Kota Medan meminta para pedagang hewan kurban lebih disiplin menjaga kebersihan kandang menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko penyebaran penyakit pada hewan ternak yang akan dijual kepada masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, mengatakan kebersihan kandang menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kondisi hewan kurban tetap sehat. Lingkungan kandang yang kotor dapat memicu berkembangnya bakteri maupun virus yang berpotensi menyerang ternak.
Menurutnya, pedagang tidak cukup hanya memastikan hewan terlihat gemuk atau layak jual. Perawatan harian, sanitasi kandang, pengaturan pakan, serta pemantauan kesehatan ternak juga perlu dilakukan secara konsisten agar hewan kurban benar-benar dalam kondisi baik saat diperjualbelikan kepada masyarakat.
Kebersihan Kandang Jadi Perhatian Utama
Pemkot Medan menilai kebersihan kandang harus menjadi perhatian serius, terutama saat aktivitas jual beli hewan kurban mulai meningkat. Kandang yang tidak terawat dapat menimbulkan bau, menarik lalat, mempercepat penumpukan kotoran, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ternak.
Ahmad Untung Lubis menjelaskan, kandang yang bersih dapat membantu mencegah bakteri dan virus berkembang lebih cepat. Karena itu, pedagang diminta rutin membersihkan kotoran hewan, menjaga sirkulasi udara, serta memastikan area tempat pakan dan minum tidak tercemar.
Selain menjaga kesehatan hewan, kebersihan kandang juga berkaitan dengan kenyamanan lingkungan sekitar. Lokasi penjualan hewan kurban yang berada dekat permukiman warga perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan keluhan masyarakat.
Pedagang Diminta Perhatikan Pakan dan Gizi Hewan
Selain kebersihan kandang, Pemkot Medan juga mengingatkan pedagang agar memperhatikan pola makan dan kebutuhan gizi hewan kurban. Hewan yang mendapat pakan cukup dan layak akan lebih kuat menghadapi stres akibat perpindahan lokasi, perubahan cuaca, maupun kepadatan di tempat penjualan.
Pemerintah daerah menekankan bahwa kesehatan hewan kurban menjadi salah satu atensi menjelang Idul Adha. Pedagang diminta tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan kesehatan pada ternak, seperti lemas, nafsu makan menurun, luka pada tubuh, atau gejala lain yang berpotensi membahayakan.
Pemantauan kesehatan sejak awal dianggap penting agar hewan yang sakit tidak bercampur dengan hewan sehat. Dengan begitu, risiko penularan penyakit dapat ditekan sebelum hewan kurban dijual atau disalurkan kepada pembeli.
Sosialisasi Kesehatan Hewan Terus Digencarkan
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan menyatakan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang hewan kurban. Edukasi tersebut diberikan agar pedagang memahami standar dasar pemeliharaan hewan menjelang masa penjualan.
Sosialisasi tidak hanya menyasar aspek kebersihan kandang, tetapi juga cara mengenali kondisi hewan yang layak, pentingnya pemberian pakan, serta langkah pencegahan penyakit. Pemerintah berharap pedagang dapat menjadi pihak pertama yang menjaga kualitas hewan sebelum sampai ke tangan masyarakat.
Upaya edukasi ini juga menjadi bagian dari pengawasan pemerintah dalam memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan kesehatan hewan.
Pengawasan Hewan Masuk ke Medan Diperketat
Menjelang Idul Adha, Pemkot Medan juga akan memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah kota. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan hewan yang dipasok ke Medan terbebas dari penyakit dan layak dijadikan hewan kurban.
Langkah tersebut penting karena permintaan hewan kurban biasanya meningkat menjelang hari raya. Mobilitas ternak dari berbagai daerah juga dapat memperbesar risiko masuknya penyakit apabila tidak diawasi dengan baik.
Pemerintah kota masih melakukan pendataan terhadap kebutuhan hewan kurban di Medan, termasuk jumlah hewan sehat maupun hewan yang memerlukan perhatian kesehatan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam pengawasan dan penanganan di lapangan.
Masyarakat Diimbau Lebih Teliti Membeli Hewan Kurban
Masyarakat yang akan membeli hewan kurban juga diimbau lebih teliti sebelum menentukan pilihan. Calon pembeli perlu memperhatikan kondisi fisik hewan, kebersihan tempat penjualan, serta memastikan ternak terlihat sehat dan aktif.
Hewan kurban yang sehat umumnya memiliki nafsu makan baik, mata cerah, tubuh tidak terlalu kurus, tidak pincang, dan tidak menunjukkan gejala sakit. Pembeli juga sebaiknya memilih pedagang yang menjaga kebersihan kandang serta terbuka terhadap pemeriksaan kesehatan hewan.
Dengan pengawasan pemerintah, kedisiplinan pedagang, dan ketelitian masyarakat, pelaksanaan kurban di Kota Medan diharapkan dapat berlangsung lebih aman serta meminimalkan risiko penyebaran penyakit pada ternak.