Medan, 6 September 2026. Pemerintah Kota Medan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah kenaikan sejumlah komoditas. Hingga Minggu, 6 September 2026, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di 13 kelurahan. Program pasar murah mulai berjalan sejak 28 Agustus 2026. Pelaksanaannya ditujukan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat agar tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau ketika harga di pasar mengalami tekanan. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Hendra Ridho Siregar, menyebut kegiatan itu akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga bahan pangan di lapangan.
Pasar Murah Menjangkau 13 Kelurahan di Medan
Sebanyak 13 kelurahan yang telah menjadi lokasi pasar murah meliputi Pulo Brayan Bengkel, Kampung Baru, Aur, Sei Mati, Hamdan, Jati, Sukaraja, Sei Putih Timur I, Sei Putih Tengah, Helvetia Tengah, Tanjung Gusta, Sei Agul, dan Karang Berombak. Pemkot Medan tidak menjadikan kegiatan tersebut sebagai program satu kali. Pasar murah direncanakan tetap berlangsung selama harga kebutuhan pokok belum kembali stabil. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan untuk melihat komoditas yang mengalami kenaikan. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan masyarakat yang perlu mendapat perhatian.
Beras dan Minyak Goreng Jadi Komoditas Utama
Dalam pelaksanaan pasar murah kali ini, beras dan minyak goreng menjadi dua komoditas utama yang disediakan untuk masyarakat. Setiap kelurahan mendapatkan pasokan sekitar 1,5 ton beras dan 600 liter minyak goreng. Secara keseluruhan, pemerintah menyediakan sekitar 16 ton beras dalam rangkaian kegiatan tersebut. Beras ditawarkan dengan harga Rp13.500 per kilogram. Sementara minyak goreng dijual dengan harga Rp15.500. Harga tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika harga sejumlah bahan pangan di pasar mengalami kenaikan.
Pemkot Medan Pantau Pergerakan Harga Pangan
Langkah menggelar pasar murah merupakan bagian dari respons Pemkot Medan terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok. Pemerintah sebelumnya melakukan pengecekan lapangan dan menemukan adanya kenaikan pada sejumlah komoditas, termasuk daging ayam, cabai, dan bawang. Pemkot Medan juga berupaya mencari faktor yang memengaruhi kondisi tersebut dengan melakukan koordinasi bersama pemasok. Khusus untuk komoditas ayam, koordinasi dilakukan dengan Rumah Potong Hewan untuk mengetahui kondisi pasokan sekaligus mencari solusi terhadap kenaikan harga. Selain pasar murah, pemerintah daerah juga menyiapkan Gerakan Pangan Murah sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan pangan dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terkendali.
Pasar Murah Dilanjutkan Hingga Harga Stabil
Pemkot Medan memastikan evaluasi harga pangan akan dilakukan secara berkala. Apabila masih terdapat komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, pasar murah dapat kembali digelar di wilayah yang membutuhkan. Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia di tengah perubahan harga pasar. Dengan pengawasan harga, koordinasi bersama pemasok, serta pelaksanaan pasar murah secara berkelanjutan, Pemkot Medan berupaya menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.