Medan, 5 Agustus 2026. Pemerintah Kota Medan terus mendorong keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan dan tumbuh kembang anak melalui penguatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program tersebut diarahkan untuk membangun pola pengasuhan keluarga yang lebih seimbang dengan menempatkan ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang hadir dalam pendidikan, perlindungan, serta perkembangan emosional anak.
Penguatan peran ayah dinilai penting karena kualitas hubungan di dalam keluarga memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter anak sejak usia dini. Melalui GATI, keterlibatan ayah diharapkan semakin terlihat dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari mendampingi pendidikan anak, berkomunikasi secara terbuka, hingga ikut mengambil bagian dalam keputusan yang berkaitan dengan perkembangan anak.
Keterlibatan Ayah Jadi Bagian Penting Pengasuhan
GATI merupakan gerakan nasional yang dikembangkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, serta pendampingan anak dan remaja. Program ini juga menjadi salah satu upaya mengurangi kondisi fatherless, yakni ketika anak tidak memperoleh kehadiran atau keterlibatan figur ayah secara memadai dalam kehidupannya.
Di Medan, penguatan pesan mengenai pentingnya keterlibatan ayah sebelumnya juga dilakukan melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Pada Juli 2026, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara mengangkat pentingnya kehadiran ayah dalam pengasuhan sebagai bagian dari upaya membangun karakter, kepercayaan diri, dan kedekatan emosional anak.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa peran ayah mulai ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kualitas keluarga. Pola pengasuhan yang selama ini kerap lebih banyak dibebankan kepada ibu didorong menjadi tanggung jawab bersama antara kedua orang tua.
Kehadiran Ayah Tidak Sekadar Secara Fisik
Keterlibatan yang diharapkan melalui GATI tidak berhenti pada keberadaan ayah di rumah. Ayah juga didorong membangun komunikasi yang sehat, memahami kebutuhan anak, memberikan contoh perilaku yang baik, serta menyediakan waktu untuk berinteraksi secara langsung.
Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah perubahan pola kehidupan masyarakat perkotaan. Kesibukan pekerjaan dan aktivitas harian dapat mengurangi waktu interaksi antara orang tua dan anak apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, kualitas komunikasi serta konsistensi pendampingan menjadi bagian penting dalam menjaga kedekatan di dalam keluarga.
Program GATI sekaligus membawa pendekatan bahwa pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama. Ayah dan ibu memiliki peran yang dapat saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan keluarga yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak.
Dorong Terbentuknya Generasi Berkualitas
Penguatan peran ayah juga memiliki tujuan jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Anak yang mendapatkan dukungan dari lingkungan keluarga diharapkan mampu tumbuh dengan karakter kuat, lebih percaya diri, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan pada masa mendatang.
Melalui optimalisasi program GATI, Pemkot Medan mendorong kesadaran keluarga agar keterlibatan ayah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan pada kegiatan tertentu. Pendampingan belajar, komunikasi setelah beraktivitas, menghadiri kegiatan sekolah, hingga menyediakan waktu untuk mendengarkan anak dapat menjadi bentuk sederhana keterlibatan tersebut.
Gerakan ini pada akhirnya menempatkan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter generasi muda. Dengan semakin aktifnya ayah mengambil bagian dalam pengasuhan, keseimbangan peran di dalam keluarga diharapkan semakin kuat dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak-anak di Kota Medan.