Harga Tiket PRSU 2026 Jadi Sorotan, Target Kunjungan Dinilai Perlu Dievaluasi

Alasannya, berita membahas harga tiket, jumlah pengunjung, omzet pedagang, serta dampaknya terhadap UMKM. Harga Tiket PRSU 2026 Jadi Sorotan, Target Kunjungan Dinilai Perlu Dievaluasi

Medan, 11 Juli 2026. Penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara atau PRSU 2026 mulai mendapat sorotan setelah harga tiket masuk dinilai cukup tinggi oleh sebagian masyarakat. Kondisi kunjungan yang disebut belum merata juga memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan panitia mencapai target ratusan ribu pengunjung selama satu bulan pelaksanaan.

PRSU ke-50 berlangsung di kompleks PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebelumnya menargetkan sekitar 300 ribu orang datang selama 31 hari penyelenggaraan. Kegiatan bertema “Harmoni Emas” tersebut dirancang sebagai ruang promosi budaya, pariwisata, produk unggulan daerah, serta usaha mikro, kecil, dan menengah.

Harga Tiket Menjadi Pertimbangan Keluarga

Tiket resmi PRSU 2026 ditetapkan sebesar Rp35 ribu untuk hari tanpa konser artis nasional dan Rp75 ribu ketika terdapat pertunjukan konser. Panitia juga menyediakan tiket khusus pelajar senilai Rp25 ribu pada hari tanpa konser dengan menunjukkan kartu pelajar.

Bagi pengunjung perorangan, nominal tersebut mungkin masih dapat dijangkau. Namun, biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih besar ketika masyarakat datang bersama keluarga. Selain tiket masuk, pengunjung juga perlu menyiapkan biaya transportasi, parkir, makanan, serta belanja produk yang ditawarkan di dalam arena.

Keluhan mengenai tiket muncul karena PRSU selama ini dikenal sebagai pesta rakyat yang diharapkan dapat dinikmati berbagai lapisan masyarakat. Sejumlah warga bahkan dilaporkan mengurungkan niat masuk setelah mengetahui harga tiket pada hari konser mencapai Rp75 ribu per orang.

Keramaian Pengunjung Berpengaruh terhadap Pelaku UMKM

Sorotan terhadap jumlah pengunjung tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target panitia. Tingkat kunjungan juga menentukan besarnya manfaat ekonomi yang diterima pedagang, peserta pameran, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM yang membuka stan selama kegiatan berlangsung.

Apabila jumlah pengunjung berada di bawah harapan, pelaku usaha berisiko mengalami penjualan yang tidak sebanding dengan biaya operasional. Mereka harus menanggung biaya persiapan produk, tenaga kerja, transportasi, dekorasi, dan kebutuhan stan selama mengikuti pameran.

Karena itu, evaluasi harga tiket dinilai penting agar masyarakat tetap tertarik datang, sementara pelaku UMKM memperoleh pasar yang lebih luas. Sorotan terhadap kondisi kunjungan PRSU 2026 juga telah muncul dalam pemberitaan lokal, termasuk kekhawatiran agar rendahnya keramaian tidak berdampak langsung terhadap peserta usaha.

Panitia Menilai Tiket Mendukung Ekonomi Kreatif

Panitia PRSU menjelaskan bahwa harga tiket tidak semata-mata menjadi biaya untuk memasuki arena. Pendapatan dari tiket disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan pertunjukan, pengembangan ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya Sumatera Utara.

Sekitar 75 persen konten yang ditampilkan dalam PRSU tahun ini berasal dari pelaku seni, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif lokal. Panitia menyatakan penetapan tiket turut mempertimbangkan keamanan, fasilitas, kenyamanan pengunjung, serta kualitas program yang disajikan selama kegiatan.

Meski demikian, panitia mengaku tetap menerima kritik dan saran masyarakat sebagai bahan evaluasi. Keterbukaan tersebut penting karena keberhasilan PRSU tidak cukup diukur dari banyaknya acara atau artis yang tampil, melainkan juga dari akses masyarakat, transaksi UMKM, dan jumlah kunjungan nyata.

Data Kunjungan Perlu Disampaikan Secara Terbuka

Untuk menjawab sorotan yang berkembang, panitia dapat menyampaikan perkembangan jumlah pengunjung secara berkala. Data tersebut diperlukan agar pencapaian target 300 ribu pengunjung dapat dinilai berdasarkan angka, bukan sekadar kesan ramai atau sepi di lapangan.

Strategi promosi, tiket keluarga, potongan harga pada jam tertentu, serta tarif khusus pada hari kerja dapat dipertimbangkan apabila kunjungan belum sesuai target. Kebijakan tersebut berpotensi memperluas akses masyarakat tanpa menghilangkan nilai ekonomi penyelenggaraan.

PRSU memiliki posisi penting sebagai etalase budaya dan produk unggulan dari kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Karena itu, penyelenggaraannya perlu menjaga keseimbangan antara kualitas acara, harga yang terjangkau, dan manfaat ekonomi bagi peserta pameran. Evaluasi sejak awal pelaksanaan akan membantu PRSU tetap menjadi pesta daerah yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Baca Juga Berita : Harga Emas 22 Karat di Medan Hari Ini 9 Juli 2026 Tembus Rp2,17 Juta per Gram

tamanslot77 kingcobratoto vipertoto