Medan, 29 Juni 2026. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Anak muda dinilai memiliki ruang besar untuk ikut menyumbangkan ide, kreativitas, serta gagasan segar bagi kemajuan Kota Medan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum Youth City Changers 2026, forum kepemudaan yang menjadi bagian dari rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan. Kegiatan ini melibatkan delegasi muda dari berbagai kota di Indonesia sebagai wadah bertukar pandangan, menyampaikan aspirasi, dan memperkuat peran anak muda dalam pembangunan kota.
Anak Muda Diminta Berani Membawa Gagasan
Rico Waas menilai, pembangunan kota tidak cukup hanya dijalankan oleh pemerintah. Menurutnya, generasi muda perlu diberi ruang agar mampu menghadirkan gagasan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan kota yang terus berubah. Ia menyebut anak muda memiliki energi, keberanian, dan cara pandang berbeda dalam membaca persoalan. Karena itu, keterlibatan mereka dianggap penting untuk melahirkan solusi yang lebih kreatif, terbuka, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Anak muda harus menjadi bagian dari perubahan. Kota ini membutuhkan pikiran segar, ide baru, dan keberanian untuk ikut membangun,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Forum Youth City Changers menjadi salah satu ruang pertemuan bagi anak muda dari berbagai daerah untuk membicarakan masa depan kota. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya hadir sebagai undangan, tetapi juga sebagai bagian dari kelompok yang diharapkan mampu memberi masukan bagi pemerintah daerah.
Program tersebut digagas untuk mendengarkan, melibatkan, dan mengintegrasikan aspirasi kaum muda ke dalam agenda pembangunan kota. Forum ini juga menjadi bagian dari rangkaian APEKSI XVIII 2026 yang berlangsung di Medan.
Medan Ingin Bangun Kota yang Lebih Tangguh
Rico Waas juga menekankan pentingnya membangun kota yang tangguh. Menurutnya, ketangguhan sebuah kota tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusia, termasuk generasi mudanya.
Dengan keterlibatan anak muda, Pemkot Medan berharap arah pembangunan dapat berjalan lebih inklusif. Pemerintah tidak hanya bekerja dari balik meja birokrasi, tetapi juga membuka ruang dialog dengan kelompok muda yang memahami kebutuhan masyarakat dari sudut pandang berbeda.
Melalui kegiatan ini, Rico Waas mendorong anak muda Medan dan delegasi dari berbagai daerah untuk membawa pulang semangat kolaborasi. Ide-ide yang lahir dari forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan nyata di lingkungan masing-masing.
Pemkot Medan menilai peran generasi muda akan semakin penting dalam menentukan arah kota ke depan. Dengan partisipasi aktif, anak muda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, memperkuat inovasi, dan ikut membangun Medan sebagai kota yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing.